AS Murka Pangkalan Militernya di Irak diserang 8 Rudal

Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, mengutuk serangan rudal yang mana kembali menghantam basis tentarnya di pangkalan militer di Irak. Pompeo geram karena serangan tersebut diluncurkan saat Iran mengisyaratkan bahwa mereka ingin mengurangi ketegangan. “Marah dengan laporan serangan roket lanjutan di pangkalan udara Irak,” ungkap Pompeo dilansir dari CNN Indonesia yang disampaikan melalui platform Twitter.

AS Geram

Dilaporkan bahwa 8 buah rudal menghujani pangkalan militer udara Al-Balad yang terletak di Baghdad secara beruturut-turut. Dan drudal-rudal itu akhirnya melukai 2 orang perwira Irak dan juga 2 orang penerbang. “Ini pelanggaran terus-menerus atas kedaulatan Irak oleh kelompok-kelompok tidak loyal pada pemerintah Irak dan ini mesti diakhiri,” imbuhnya lagi.

Namun demikian, sampai dengan saat ini belum ada pihak yang mana mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Sebelumnya AS menuding kelompok-kelompok yang mana didukung oleh Iran di Irak jadi dalang penyerangan itu. Al-Balad merupakan pangkalan udara pesawat F-16 Irak. Dan pesawat itu dibeli oleh mereka dari AS untuk meningkatkan kapasitas militer udara negara itu. Pangkalan itu isinya pasukan Angkatan Udara AS dan juga kontraktor bandar togel singapore.

Akan tetapi sebagian besar sudah dievakuasi menyusul adanya ketegangan antara Iran dan AS selama 2 pekan terakhir ini. “Sekitar 90% penasihat AS, dan juga karyawan Sallyport dan Lockheed Martin yang jadi spesialis pemeliharaan pesawat sudah ditarik ke Taji dan Erbil setelah adanya ancaman (dari Iran),” ungkap sumber militer.

“Sekarang ini hanya tersisa tidak lebih dari 15 tentara AS dan satu pesawat di Al-Balad.”

Pangkalan militer tersebut dihantam roket dan juga mortar dalam beberapa bulan terakhir. Namun demikian, tak ada satu pun tentara AS yang jadi korban. Akan tetapi serangan itu melukai pasukan Irak dan juga menewaskan satu orang kontraktor AS bulan lalu.

Kematian kontraktor tersebut kemudian memicu ketegangan sampai akhirnya AS melakukan serangan mematikan apda kelompok-kelompok paramiliter pro-Iran yang ada di Irak dan juga konvoi yang mana membawa perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Jenderal top dari Iran itu pasalnya tewas di luar bandara Baghdad. Faksi pro-Irak sudah bersumpah untuk membalas dendamnya untuk serangan tersebut.

Trump Klaim Soleimani Ingin Serang 4 Kedubes Sebelum Tewas

Tewasnya jenderal top Iran itu ada hubungannya dengan Trump. Ia mengklaim bahwa ia mengetahui pemimpin tinggi pasukan Quds, Qasem Soleimani untuk melakukan serangan 4 kedubes Amerika Serikat. “Saya jelaskan bahwa saya yakin Soleiman kemungkinan akan menyerang empat kedutaan Amerika,” klaim Trump dilansir dari CNN Indonesia.

Namun, Trump tak bisa menjelaskan secara detail kedutaan mana saja yang dimaksud sedang disasar oleh Soleimani. “Kami akan memberi tahu anda bahwa mungkin salah satunya adalah kedutaan di Baghdad,” imbuhnya.

Sedangkan Mike Pompeo mengkalim sudah mendapatkan informasi dari intelejen terkait dengan rencana Soleimani. Atas alasan tersebut, ia kemudian menyebutkan AS melakukan upaya ‘pencegahan’ dengan melancarkan serangannya lewat pesawat nirawak ke Irak sampai menewaskan Soleimani di hari Jumat (3/1). “Kami mempunyai informasi spesifik soal ancaman yang bakal terjadi, termasuk serangan pada kedutaan besar AS,” ungkap lagi.

Sebuah informasi yang diungkapkan oleh The Washington Post soal rencana operasi pembunuhan pada seorang pejabat sekaligus pemodal dan juga komandan kunci Pasukan Quds elit yang ada di Iran di Yaman, yaitu Abdul Reza Shahlai.