Diguyur Hujan Deras, Titik Api di New South Wales Sisa 42

Hujan deras yang mana turun selama sehari memberikan dampak yang signifikan pada kebakaran hutan yang mana terjadi di negara bagian New South Wales, Australia. Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales menyampaikan bahwa jumlah titik api di sana berkurang hampir sepertiganya setelah diguyur oleh hujan yang sangat deras itu.

Titik Api Berkurang dan Tersisa 42 Titik Saja

Dilansir dari CNN Indonesia, Rabu(5/2) malam terpantau bahwa jumlah titik api terpantau masih ada 62 titik. Sehari sesudah wilayah itu diguyur oleh hujan yang deras, jumlah titik apinya berkurang 20 titik. Sehingga sekarang hanya tersisa 42 titik saja pada Kamis (6/2) malam.

“Hari ini kami melihat hujan yang turun di negara bagian New South Wales, penurunan titik api cukup signifikan di bagian utara. Kami optimis curah hujan tetap stabil sehingga titik api di NSW berkurang selama akhir pekan,” ungkap seorang pejabat yang menuliskannya di Facebook. Kira-kira ada 1.200 petugas pemadam kebakaran dan personel di lapangan memanfaatkan kondisi hujan yang mana turun untuk bekrja memadamkan api.

Beberapa daerah di New South Wales mendapatkan curah hujan paling tidak 100 mm hingga 150 mm dalam kurun waktu 24 jam saja. Selain di NWS, hujan dengan curah yang cukup lebat juga turun di Brisbane sampai dengan di Melbourne. Biro Meteorologi sendiri memperingatkan daerah pesisir memiliki potensi menghadapi bencana banjir yang diakibatkan oleh hujan yang lebat yang diperkirakan masih akan turun.

Kebakaran hutan yang mana terjadi sejak bulan November 2019 lalu itu dilaporkan menewaskan setidaknya lebih dari 20 orang. Tidak Cuma itu, kebakaran hutan di sana juga menghancurkan jutaan hectare tanah.

Ahli ekologi di University of Sydney sendiri memperkirakan 1 miliar hewan tewas dan terpaksa harus disuntik mati karena kondisi yang sempat mengkhawatirkan tersebut.

Lusinan Koala disuntik Mati Usai Habitat dirambah

Lusinan koala yang ada di kota pesisir Portland, Negara Bagian Victoria, Australia, yang mana sekarat dilaporkan juga harus terpaksa disuntik mati. Dan beberapa lainnya yang luka-luka dan kelaparan karena habitat mereka dirambah oleh perusahan kayu togel online terbaik juga harus disuntik mati. Namun sampai dengan saat ini blum ada perusahaan yang mengakui perbuatannya itu.

“Peristiwa ini adalah akibat perbuatan manusia. Kami semua berharap lembaga pelestarian bertindak dengan tegas pada para pelaku,” demikian lah isi pernyataan Departemen Lingkungan Victoria dikutip dari CNN Indonesia Senin (3/2).

Menurut mereka, 80 koala yang mana berhasil diselamatkan dari wilayah yang mana bekas perkebunan di Portland. Sebagian dari mereka memang kelaparan dan luka-luka. Namun petugas memutuskan untuk menyuntik mati beberapa ekor di antaranya dikarenakan kondisi mereka yang sangat sulit diselamatkan dan disembuhkan.

Lembaga Pecinta Lingkungan Friends of the Earth sendiri menyatakan bahwa lahan perkebunan tersebut dirambah pada Desember 2019. Mereka berkata bahwa sejumlah penduduk setempat melihat mayat koala dikubur massal dan diangkut dengan buldoser. Sedangkan Asosiasi Hasil Hutan Australia mengklaim kontraktor yang mana membuka lahan itu bulan November 2019 sudah bekerja sesuai panduan pemerintah. Mereka berkata bahwa harus ada yang menyelamatkan satwa liar sebeleum mereka merambah lahan lagi dan menggusur pepohonan.

“Belum jelas siapa yang merobohkan pohon sementara masih ada koala yang tinggal di sana, namun hal ini jelas yang melakukan bukan perusahaan perkebunan atau kehutanan,” ungkap Ross Hampton, Direktur Eksekutif Asosiasi Hasil Hutan Australia.