Flu Babi Afrika Matikan Ribuan Babi NTT

Penyakit baru muncul kembali di Indonesia, kali ini di daerah Nusa Tenggara Timus. Dilaporkan ada puluhan ribu babi yang mati akibat penyakit ini. Pihak kesehatan menyatakan bahwa penyebabnya adalah flu babi Afrika. Kemunculan jenis baru dari flu babi ini sudah ada sejak lama namun dampaknya yang besar baru terjadi sekarang. Pihak dinas kesehatan sendiri sudah melakukan beragam sosialisasi dan edukasi khususnya kepada peternak babi supaya bisa melakukan pencegahan wabah ini.

Kasus Terbanyak Flu Babi Afrika  di Lembata

Adanya flu babi Afrika di Nusa Tenggara Timur mulai mencemaskan. Sejak awal Januari lalu sudah ada korban di beberapa peternakan babi. Namun bulan ini yang terparah. Ada dua kabupaten yang menjadi tempat ditemukannya babi babi mati karena flu ini. Pelaksana Tugas Dinas Peternakan NTT, Pak Johanna Lisapaly mengatakan bahwa flu babi Afrika ini ada di kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. Sejak awal Januari sudah ada tandanya, lalu semakin banyak babi yang mati akibat flu ini.

Plt Dinas Peternakan juga belum mengetahui berapa jumlah spesifik babi yang mati akibat flu babi Afrika. Namun memastikan bahwa jumlahnya mencapai puluhan ribu ekor. Lokasi bandar togel singapore terparah adalah Kabupaten Lembata. Di tahun 2019 menjadi awal masuknya untuk pertama kali flu babi Afrika. Di tahun 2020 flu ini sudah menghilang dan dinyatakan sudah kembali aman. Sayangnya di awal tahun 2021, flu babi kembali datang dan menyerang banyak peternakan di daerah Nusa Tenggara Timur. Ini tentu merugikan banyak peternakan.

Karena sudah terdeteksi sejak Januari, maka Dinas Peternakan mengaku sudah melakukan sosialisasi juga edukasi. Pencegahan dilakukan dengan cara menyemprot dan membersihkan kandang secara berkala. Sayangnya flu ini masih saja menyebar dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Penyemprotan dan pembersihan kandang ini diakomodasi oleh dinas Peternakan hingga peternak peternak bisa dengan mudah melakukan sterilisasi peternakannya dengan mudah dan dispensasi biaya.

Flu Babi Afrika Dari Makanan Kaleng

Banyak yang tidak mengetahui dari mana asal penyebaran flu babi Afrika. Pihak dinas peternakan menganalisa bahwa kedatangan flu babi ini dari perbatasan NTT dengan Timor Leste, lokasinya di Dili. Adapun medianya adalah produk makanan dalam kemasan kaleng yang merupakan produk untuk manusia yang dimakan oleh babi. Akibat perubahan musim virus flu babi Afrika ini pun muncul dan menginfeksi banyak babi di peternakan sehingga banyak sekali babi yang mati. Ini merugikan NTT khususnya dalam sektor ekonomi.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena flu babi Afrika tidak akan mengifeksi manusia ataupun jenis gewan selain babi. Babi yang mati karena flu babi sebenarnya masih bisa dikonsumsi, namun pihak DInas Peternakan mengimbau agar babi yang mati akibat virus ini lebih baik dikubur atau dibakar supaya penyebaran virusnya tidak semakin menjadi dan memperbanyak babi lainnya yang mati karena adanya virus ini. Jika ingin mengonsumsi babi maka pastikan bahwa babi tersebut dalam kondisi sehat juga bersih.

Untuk mencegah lebih banyak lagi babi yang mati akibat flu babi Afrika, pihak dinas peternakan merekomendasikan kepada seluruh peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang setiap hari. Pembersihan kandang akan mengurangi tingkat resiko, begitu juga dengan kebersihan babi. Menyemprot kandang dengan desinfektan salah satu usaha yang perlu dilakukan. Sedangkan babi sebaiknya dimandikan serta dibersihkan secara berkala. Pakan babi pun perlu diperhatikan bahan dan asalnya.